SMK Inclusive Innovation Challenge 2016

Berinovasi untuk mempermudah kehidupan masyarakat sejak dini. SMK Berinovasi.
Selengkapnya

Timeline Kompetisi

  • Kunjungi SMK Inclusive Innovation Challenge 2016 di website smk.dicoding.com

  • Pendaftaran!

    Pendaftaran gelombang kedua dapat dilakukan hingga 30 Juni 2016.

  • Berpartisipasi dalam Online Academy I

    Selesaikan Kelas Akademi : Belajar Membuat Aplikasi Android HTML5 dengan Intel XDK dan tingkatkan ranking sekolah anda. 10 Sekolah teratas akan terpilih untuk mendapatkan hadiah dari penyelenggara. Bagi siswa yang sudah mendaftarkan diri dapat berpartisipasi s/d 15 Juli 2016.

    Daftar Sekarang
  • 10 SMK terbaik akan mendapatkan hadiah Intel Galileo Board dan pelatihan offline

    Pengumuman SMK terbaik akan dilakukan pada Agustus 2016.

  • Berpartisipasi dalam Online Academy II

    Tim yang telah memiliki Galileo (baik hibah pelatihan atau non-hibah pelatihan) silakan melanjutkan mengikuti Online Academy 2 : Belajar Implementasi Internet of Things (IoT) Sederhana dengan Board Galileo yang diselenggarakan hingga 31 Oktober 2016.

  • Kumpulkan Prototipe Proyek Terbaikmu

    Prototipe yang telah dibuat, silakan divideokan (5-10 menit) dan dilengkapi dengan penjelasan dalam bentuk dokumen. Informasi lebih lanjut silakan merujuk ke Challenge SMK Inclusive Innovation Challenge. Dewan juri akan memilih 5 karya terbaik pada November 2016.

  • Penyerahan Hadiah

    Penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada bulan November 2016.

Aturan & Syarat

Aturan & Syarat

  1. Siswa yang mendaftar ke portal https://smk.dicoding.com/ adalah siswa SMK yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017 (saat ini kelas 1 atau kelas 2 SMK).
  2. Siswa SMK dapat berasal dari jurusan apapun dari SMK di seluruh Indonesia.
  3. Penyelenggara sangat mendukung partisipasi siswa perempuan untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini.
  4. Siswa memilih SMK yang sesuai dengan afiliasi / asalnya pada dropdown yang disediakan. Apabila tidak ada nama SMK yang dimaksud, segera kontak support@dicoding.com atau klik bantuan dan berikan informasi SMK yang tidak tersedia.
  5. Siswa wajib memasukkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) pada field yang diberikan. Anda dapat mencari NISN Anda pada tautan berikut: http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data. Apabila tidak menemukan NISN Anda, silakan isi field NISN dengan Nomor Induk / Nomor Registrasi Siswa Anda di sekolah masing-masing.
  6. Siswa dapat memasukkan ide solusi IoT dan atau Apps yang membantu dalam keseharian pada saat registrasi, atau setelah terdaftar di Dicoding.
  7. Pada fase pertama, siswa akan mengikuti Dicoding Academy, dengan topik Aplikasi HTML5 dan IoT.
  8. Untuk melanjutkan ke fase kedua berupa Offline Training dan Challenge, siswa harus lulus dari setidaknya satu kelas akademi pada fase pertama dan membentuk tim yang berasal dari sekolah yang sama.
  9. Teknis pembentukan tim akan diinformasikan lebih lanjut setelah siswa lulus dari salah satu akademi.
  10. 10 (sepuluh) SMK terbaik akan mendapatkan hadiah khusus dari penyelenggara berupa Offline Training dan Training Kit.
  11. 10 (sepuluh) SMK terbaik diurutkan berdasarkan keaktifan siswanya yang terdaftar lewat portal SMK Inclusive Innovation Challenge 2016 , dengan indikator berupa (terurut prioritas):
    1. Kelulusan siswa dari Dicoding Academy
    2. Progress siswa di Dicoding Academy
    3. Enrollment/pendaftaran Dicoding Academy
    4. Pendaftaran ke portal SMK Inclusive Innovation Challenge 2016
    Catatan: Penggunaan prioritas terurut, misalnya terdapat dua SMK dengan banyak lulusan yang sama, maka peringkat akan ditentukan selanjutnya oleh progress siswa, enrollment, dan pendaftaran ke portal.
  12. Penyelenggara berhak membatalkan kepesertaan siswa baik secara individu maupun tim pada rangkaian SMK Inclusive Innovation Challenge 2016 secara sepihak apabila :
    1. Terdapat indikasi kecurangan atau,
    2. Terdapat ketidaksesuaian informasi, atau
    3. Terdapat submisi ganda / submisi yang melanggar hak cipta, atau
    4. Terdapat syarat-syarat yang tidak terpenuhi, termasuk namun tidak terbatas pada ketidaklulusan siswa dari akademi, atau
    5. Adanya usaha untuk tergabung dalam lebih dari satu sekolah dan atau grup, serta
    6. Alasan-alasan lain yang dianggap perlu dan akan diinformasikan lebih lanjut oleh penyelenggara.
  13. Penyelenggara dapat menentukan adanya perubahan pada teknis pelaksanaan Training Offline (misalnya penggabungan dua sekolah yang berdekatan, pemberian kuota pemenang tambahan, dll) dengan mengacu pada situasi dan kondisi lokasi, waktu, serta ketersediaan pengajar.

Didukung Oleh

Bagian Dari